BERBAGI CERITA : PENDAFTARAN ONLINE CPNS 2014 (TAHAP 1)


Ini dia event tahunan yang ditunggu buat pengangguran seperti saya. Apa itu…? “Ce-Pe-eN-eS…” Yap CPNS 2014. Tahun lalu juga pernah iseng-iseng coba daftar di Kementerian Luar Negeri (Kemlu) dan Kementerian Kehutanan (Kemhut). Eh, ternyata dua-duanya lolos administrasi. Alhamdulillah, bisa ngerasain yang namanya Ujian CAT (Kemlu) di Jakarta dan Ujian Tertulis (Kemhut) di Yogyakarta. Soal ujian TKD dan TKB Kemlu sih gak seberapa sulit, tapi soal ujian Kemhut, buset deh, muter otak dengan keras. Padahal masih Tes Kompetensi Dasar.

Rencana pemerintah yang akan membuka pendaftaran CPNS dari tanggal 20 Agustus 2014, ternyata tidak berjalan dengan mulus. Agak molor beberapa hari. Proses pendaftaran tahun 2014, memang cukup berbeda dengan tahun 2013. Tahun ini memang agak ribet dan mungkin karena menggunakan sistem yang baru. Dan tahun ini adalah menjadi tahun transisi. Dan sepertinya tahun ini banyak korban (calon pelamar) berjatuhan sebelum berperang.

Apa perbedaannya?

  • Pendaftaran 1 Portal
    Tahun 2013, pendaftaran sudah dilakukan secara online. Sama seperti tahun 2014. Tetapi, pada tahun 2013, dibeberapa instansi, pendaftaran cpns bisa langsung melalui portal resmi masing-masing instansi. Terutama bagi instansi yang sudah memiliki website sendiri. Walaupun pada saat itu sudah ada BKN yang mengurus perekrutan CPNS. Sehingga hanya instansi-instansi tertentu yang perekrutannya melalui portal SSCN (Sistem Seleksi CPNS Nasional) BKN. Sedangkan untuk tahun 2014, semua pelamar wajib melakukan registrasi melalui 1 portal yaitu melalui regpanselnas.menpan.go.id
  • Tidak Bisa ‘Nyabang’
    Tahun 2014, cuma boleh pilih satu instansi. Itu sudah menjadi peraturan dasar. Tapi ada tapinya, walaupun cuma boleh pilih 1 instansi, pelamar diperbolehkan memilih 3 jabatan. Melalui portal panselnas, calon pelamar ‘dipaksa’ untuk memilih hanya satu instansi. Karena pada saat pengisian formulir pendaftaran, terdapat kolom pilihan Instansi yang akan didaftar.
  • Hanya membutuhkan NIK (Nomor Induk Kependudukan)
    Muncul permasalahan untuk point yang ke-3 ini. Logikanya dengan hanya membutuhkan NIK, proses registrasi diharapkan menjadi lebih ‘dipermudah’. Dan benar adanya, memang dipermudah, tetapi buat oknum iseng. Misalkan, ada orang iseng yang memiliki NIK seseorang. Padahal orang tersebut sangat ingin mendaftar CPNS tahun ini. Sudah dipersiapkan segalanya, mulai dari pemberkasan, latihan soal-soal, dan lain sebagainya. Ternyata, gara gara kelakuan oknum iseng, NIK orang tersebut digunakan untuk coba-coba, sehingga pada saat orang yang ingin mendaftar CPNS tersebut, jadi tidak bisa registrasi lagi, karena peraturannya adalah 1 NIK hanya boleh 1 kali registrasi. Cukup disayangkan jika ada kejadian seperti itu. Alhamdulillah tidak terjadi pada saya.

Saya hanyalah lulusan dari D3 Teknik Komputer yang melanjutkan S1 Teknik Informatika, yang belum lulus juga (sudah 4 tahun), yang hanya ingin mencoba peruntungan lagi tahun ini. Dari beberapa instansi yang sudah mengeluarkan formasi dan siap pendaftaran, terpilihlah oleh saya satu instansi yaitu Badan Narkotika Nasional (BNN). Tahap pertama adalah registrasi melalui regpanselnas.menpan.go.id dan berjalan dengan lancar, alhamdulillah. Tahap kedua adalah proses registrasi melalui sscn.bkn.go.id. Nah tahap kedua inilah yang bikin saya was-was. Kenapa? Ini yang membuat saya was-was :

  1. Pengisian Kolom No. Ijazah
    Nomor ijazah saya total ada 36 karakter. Pada saat saya menginputkan di kolom No. Ijazah, ternyata tidak cukup. Batasnya hanya 30 karakter. Saya sudah tanya ke Fans Page BKN, mereka menjawab tidak masalah. Ya sudah, saya percaya saja. Saya tulis apa adanya, karena maksimum 30 karakter, jadi yang tertulis hanya 30 dari 36 karakter.
  2. Status Akreditasi Program Studi
    Saat saya lulus, akreditasi program studi saat itu adalah “B”. Di ijazah pun tertulis “Terakreditasi B oleh BAN-PT”. Nah, saat menginputkan nilai akreditasi, sayapun mulai bingung, harus menulis “B” atau “C”. Kenapa kok “B” atau “C”? Karena beberapa tahun yang lalu, ternyata peringkat akreditasi program studi saya menurun, berubah dari “B” menjadi “C”. Dengan berbekalkan keyakinan hati dan berdasarkan yang tertulis di ijazah, akhirnya saya tulis “B”.

Selain dari dua tersebut, sepertinya tidak ada kendala yang berarti. Hanya bisa pasrah dan berdo’a dalam penantian. Mau bagaimana lagi, wong sudah di submit, hanya bisa menunggu kabar yang belum pasti. Itu saja curhatan CPNS 2014 untuk kali ini. Jika memang dikehendaki, Insya Allah tulisan ini akan saya lanjutkan lagi. Mohon do’anya ya…

Salam JFS…!

Explore posts in the same categories: CPNS

2 Comments on “BERBAGI CERITA : PENDAFTARAN ONLINE CPNS 2014 (TAHAP 1)”

  1. Erik Says:

    Mas HP saya tuh nu barub kok kadang mati sendiri n ntr nyala sendiri keluar master lock , itu codenya berapa ya


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: